WARTASURYA.COM – Percakapan di grup WhatsApp Pasuruan Demokrasi ramai membahas dugaan perlakuan tak senonoh yang menyeret seorang oknum LSM di Kabupaten Pasuruan.
Informasi tersebut muncul dalam perbincangan sejumlah anggota grup, mereka membicarakan seorang perempuan yang dikabarkan berstatus janda dan tengah mencari keadilan tentang anaknya, Sabtu (05/08/26).
Dalam percakapan itu, perempuan tersebut dikabarkan mendapat pendampingan dari seseorang yang diduga merupakan oknum LSM. Namun, muncul tudingan bahwa pendampingan tersebut justru berlanjut dengan ajakan ke sebuah tempat kos di wilayah Kota Pasuruan.
Salah satu anggota grup kemudian mempertanyakan kabar tersebut menggunakan bahasa Jawa.
“Piye Rondo arek Tegal Arum iko rii, jare dampingi urusan anak’e tapi ibu e di kloni oknum elEsEm. Kasuse ditinggal, nomore diblokir, benar ta iku rii?”
Jika diterjemahkan bahasa tersebut, percakapan itu mempertanyakan “Bagaimana kabar Janda seorang warga di wilayah Tegal Arum yang awalnya mendapat pendampingan terkait urusan anak, tetapi kemudian diduga diajak melakukan hubungan intim”.
Perbincangan tersebut kemudian berkembang. Sejumlah anggota grup mempertanyakan lokasi serta kondisi yang dikaitkan dengan dugaan peristiwa tersebut.
“Piye iku riii, dibawa ke kos-kosan malah sing bayar rondoe. Korban janji oleh oknum elEsEm benar ta iku Rii?” tulis salah satu anggota grup.
Ia mengatakan, pembahasan juga menyentuh identitas perempuan yang menjadi bahan percakapan. Salah satu anggota memberikan gambaran bahwa perempuan tersebut mengenakan kerudung berwarna cokelat.
Pembahasan semakin melebar ketika anggota grup mengaitkan lokasi tertentu dengan dugaan kejadian. “Pluss TKP nyel terminal anyar Paskot ri,” tulis salah satu anggota grop.
Ia menambahkan, percakapan juga memuat pertanyaan mengenai foto yang dikaitkan dengan perempuan tersebut dan sosok yang diduga sebagai oknum LSM.
“Kurang ajar itu Ri. Korbannya anaknya di sekolah SMP kota itu ya Ri,” tulis anggota grop lainnya.
Lebih lanjut, percakapan tersebut turut mengaitkan sosok yang dimaksud dengan aktivitas sosial. Sosok tersebut dikabarkan kerap membantu masyarakat, termasuk mendampingi pasien yang membutuhkan pertolongan khusunya rumah sakit.
“Infonya oknum LSM yang senang bantu pasien ke rumah sakit om,” tulis salah satu anggota grup.
Di sisi lain, percakapan tersebut juga berisi sejumlah candaan dan pernyataan bernada tudingan. Hingga kini, Redaksi masih mencari informasi terkait isi chat dalam WAG tersebut. (tim*)















Komentar ditutup.