Menu

Mode Gelap
Harapan Mendapat Pekerjaan Berubah Jadi Mimpi Buruk, Korban Ungkap Dugaan Pelecehan di SPPG Sidoarjo Diduga Rekam Mahasiswa di Toilet Kampus, UWK Surabaya Tuai Kecaman! Sabung Ayam Klurak Jadi Perbincangan, Dugaan Perlindungan dan Kebal Hukum Mengemuka Pondok Pesantren di Pekalongan Diguncang Skandal Asusila, Pengasuh Ditangkap Polisi PWI dan SMSI Banten Sembelih Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial Insan Pers Diduga Ada “Tarif Bebas” Kasus Narkoba di Polda Jatim, Keluarga Tersangka Bongkar Aliran Uang Rp20 Juta hingga Rp100 Juta

Berita

Aparat Didesak Turun Tangan, Cafe Nabila Diduga Jadi Tempat Transaksi Pil dan Miras

badge-check


					Gambar Ilustrasi, Gemini AI. Perbesar

Gambar Ilustrasi, Gemini AI.

WARTASURYA.COM, Dugaan peredaran minuman keras (miras) dan obat-obatan jenis pil di kalangan generasi muda kembali menuai sorotan. Kali ini, keresahan warga mengarah ke Cafe Nabila yang berada di Dusun Klangkong, Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Sejumlah warga mendesak aparat penegak hukum, pemerintah desa, hingga instansi terkait agar segera turun tangan melakukan penindakan tegas terhadap aktivitas yang diduga terjadi di lokasi tersebut.

Salah satu warga berinisial RS mengungkapkan, keresahan masyarakat bukan tanpa alasan. Menurutnya, cafe yang menyediakan berbagai jenis miras serta menghadirkan LC itu diduga kuat juga menjadi tempat transaksi obat-obatan jenis pil.

“Warga sudah sangat resah. Jangan sampai generasi muda rusak karena pembiaran. Aparat harus segera cek dan bertindak,” tegas RS kepada Wartasurya.com, Minggu (24/05).

RS menjelaskan, dugaan tersebut mencuat setelah warga melihat sejumlah pemuda berkumpul di sekitar lokasi cafe. Tak lama kemudian, mereka membubarkan diri secara tergesa-gesa.

Namun, usai kerumunan bubar, warga menemukan plastik klip kecil yang biasa digunakan untuk membungkus pil atau sabu.

“Mereka bubar, lalu di lokasi ditemukan klip plastik kecil berisi satu butir pil. Itu yang membuat warga semakin curiga,” ujarnya.

banner 500x300

Tak hanya itu, warga juga menilai aktivitas di cafe tersebut terkesan bebas dan seolah tidak tersentuh pengawasan.

“Miras dijual bebas. Dugaan transaksi pil juga seperti aman-aman saja. Warga menduga ada pihak yang membekingi, sehingga aktivitas itu terus berjalan,” imbuhnya.

Warga berharap aparat kepolisian, Satpol PP, serta instansi terkait segera melakukan penyelidikan dan razia agar keresahan masyarakat tidak terus berlarut.

“Harus ditindak tegas. Jangan tunggu ada korban atau anak muda hancur dulu baru bergerak,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Wartasurya.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola cafe maupun aparat terkait atas temuan dan keluhan warga tersebut. (Syh)

Baca Lainnya

Harapan Mendapat Pekerjaan Berubah Jadi Mimpi Buruk, Korban Ungkap Dugaan Pelecehan di SPPG Sidoarjo

3 Juni 2026 - 03:38 WIB

Diduga Rekam Mahasiswa di Toilet Kampus, UWK Surabaya Tuai Kecaman!

1 Juni 2026 - 17:25 WIB

Sabung Ayam Klurak Jadi Perbincangan, Dugaan Perlindungan dan Kebal Hukum Mengemuka

1 Juni 2026 - 05:16 WIB

Pondok Pesantren di Pekalongan Diguncang Skandal Asusila, Pengasuh Ditangkap Polisi

28 Mei 2026 - 14:20 WIB

PWI dan SMSI Banten Sembelih Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial Insan Pers

28 Mei 2026 - 14:04 WIB

Trending di Berita