Menu

Otomatis
Breaking News

Berita

Kontroversi AGS Mencuat, Etika Pers hingga Foto Bersama Pejabat Negara Dipersoalkan

badge-check

Dinilai nyelenneh. Oknum berinisial AGS disorot sejumlah pihak. Perbesar

Dinilai nyelenneh. Oknum berinisial AGS disorot sejumlah pihak.

JAKARTA, WARTASURYA.COM – Sorotan terhadap oknum berinisial AGS kembali mencuat. Sejumlah pihak mempertanyakan gaya pemberitaan, pemahaman terhadap kode etik jurnalistik, serta penggunaan foto bersama sejumlah pejabat negara yang kerap ditampilkan dalam berbagai unggahan.

Salah satu pendiri media di Jakarta mengatakan, persoalan tersebut perlu dilihat secara serius karena berkaitan dengan profesionalitas dan etika dalam menjalankan kerja jurnalistik.

“Dia ini bukan pejabat publik. Bahkan bukan orang terkenal. Hanya saja mengadopsi gambar dan disatukan dengan dirinya. Padahal, kalau memang paham UU Pers, tidaklah mungkin demikian cara-cara memposting gambar,” ujarnya, Senin (17/8).

Ia menambahkan, kedekatan atau foto bersama pejabat tidak semestinya digunakan untuk membangun kesan tertentu kepada publik. Menurutnya, setiap produk jurnalistik tetap harus mengacu pada prinsip profesionalitas dan ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, ia juga mengkritik sejumlah tulisan yang dinilainya menggunakan narasi berlebihan. Menurut dia, klaim maupun identitas yang dicantumkan dalam pemberitaan seharusnya dapat dijelaskan secara terang dan tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Soal ngaku apa saja silahkan, akan tetapi, cara menulisnya yang jelas. Turunan siapa dan dari mana. Lah tulisannya tidak pernah jelas dan tak pernah sesuai etik pers,” katanya.

Kritik yang sama disampaikan salah satu anggota DPR RI yang meminta namanya tidak disebutkan. Ia menilai persoalan tersebut bukan hanya menyangkut gaya personal AGS, tetapi juga perlu menjadi perhatian bagi media atau kru yang memproduksi dan menyebarluaskan pemberitaan.

“Dia ini banyak anggotanya, cuma kami sayangkan, sejumlah media atau anggotanya juga tak paham pers. Apalagi menulis. Silahkan disimak tulisannya. Kesannya ngaku-ngaku,” jelasnya.

Ia mengatakan, media yang menjalankan fungsi jurnalistik semestinya memahami Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, termasuk dalam menyajikan informasi, menulis narasi, serta menggunakan materi visual.

Sementara itu, berbagai tudingan tersebut masih merupakan penilaian dari pihak-pihak yang memberikan komentar. AGS maupun pihak media yang disebut dalam kritik tersebut perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab atas sejumlah persoalan yang dipersoalkan. (syah/red)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Mantan Anggota Polri Diduga Jadi Otak Curas di Kraton, Lima Orang Diamankan

23 Agu 2026 - 05:25 WIB

Mantan Anggota Polri Diduga Jadi Otak Curas di Kraton, Lima Orang Diamankan

Kapolri Tinjau Baktikes Di Gedung Kspsi Jatim, Layanan Kesehatan Dihadirkan Untuk Pekerja Dan Masyarakat

21 Agu 2026 - 20:04 WIB

Kapolri Tinjau Baktikes Di Gedung Kspsi Jatim, Layanan Kesehatan Dihadirkan Untuk Pekerja Dan Masyarakat

Tanaman Jagung di Dukuhsari Tumbuh Subur, Bhabinkamtibmas Dorong Pemanfaatan Lahan Produktif

21 Agu 2026 - 19:58 WIB

Tanaman Jagung di Dukuhsari Tumbuh Subur, Bhabinkamtibmas Dorong Pemanfaatan Lahan Produktif

Keluhan MBG di Wonokoyo Mencuat, Dapur Disorot dan Sayuran Diduga Ada Belatung

20 Agu 2026 - 09:11 WIB

Keluhan MBG di Wonokoyo Mencuat, Dapur Disorot dan Sayuran Diduga Ada Belatung

Mantan Pasien Bongkar Dugaan Pesta Sabu di Rumah Rehabilitasi Merah Putih, Begini Pengakuannya

15 Agu 2026 - 04:47 WIB

Mantan Pasien Bongkar Dugaan Pesta Sabu di Rumah Rehabilitasi Merah Putih, Begini Pengakuannya
Trending di Berita