Menu

Mode Gelap
Harapan Mendapat Pekerjaan Berubah Jadi Mimpi Buruk, Korban Ungkap Dugaan Pelecehan di SPPG Sidoarjo Diduga Rekam Mahasiswa di Toilet Kampus, UWK Surabaya Tuai Kecaman! Sabung Ayam Klurak Jadi Perbincangan, Dugaan Perlindungan dan Kebal Hukum Mengemuka Pondok Pesantren di Pekalongan Diguncang Skandal Asusila, Pengasuh Ditangkap Polisi PWI dan SMSI Banten Sembelih Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial Insan Pers Diduga Ada “Tarif Bebas” Kasus Narkoba di Polda Jatim, Keluarga Tersangka Bongkar Aliran Uang Rp20 Juta hingga Rp100 Juta

Berita

Sorotan Publik Menguat, Larangan Jeje Wiradinata soal Kader di Program MBG Dipertanyakan

badge-check


					Sorotan Publik Menguat, Larangan Jeje Wiradinata soal Kader di Program MBG Dipertanyakan Perbesar

Pangandaran, Pernyataan Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, yang melarang kader partainya terlibat dalam pengelolaan program MBG kini menuai sorotan publik. Pasalnya, di tengah pernyataan tersebut, muncul dugaan adanya sejumlah kader partai yang masih terlibat aktif dalam pengelolaan, pengendalian lapangan, hingga distribusi program MBG di beberapa wilayah Kabupaten Pangandaran.

Situasi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan apakah larangan tersebut benar-benar dijalankan secara nyata atau hanya sebatas pernyataan politik tanpa implementasi yang jelas.

Program MBG yang sejatinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas dinilai harus steril dari kepentingan politik praktis. Keterlibatan unsur partai dalam pengelolaan program dikhawatirkan membuka ruang konflik kepentingan, dugaan monopoli, hingga ketimpangan dalam distribusi manfaat kepada masyarakat.

Sejumlah elemen masyarakat menilai, apabila instruksi larangan itu memang serius, maka harus dibarengi langkah konkret seperti pendataan kader yang terlibat, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan, hingga penegakan sanksi organisasi terhadap pihak yang melanggar.

“Jangan hanya berhenti pada pernyataan di media. Jika memang dilarang, maka harus dibuktikan melalui tindakan nyata di lapangan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Pangandaran.

Sorotan kini tertuju pada struktur pengelolaan program MBG di daerah. Masyarakat mendesak adanya transparansi terkait siapa saja pihak yang mengelola, bagaimana mekanisme penunjukan dilakukan, serta seperti apa sistem pengawasan yang diterapkan.

Keterbukaan informasi dinilai menjadi langkah penting untuk mengakhiri spekulasi yang terus berkembang di tengah masyarakat.

banner 500x300

Jika dugaan keterlibatan kader partai tersebut benar, maka Jeje Wiradinata didesak segera mengambil langkah tegas demi menjaga wibawa kepemimpinan serta marwah partai. Namun jika dugaan tersebut tidak terbukti, klarifikasi resmi berbasis data dinilai perlu segera disampaikan agar polemik tidak semakin melebar.

Polemik ini menjadi ujian penting bagi integritas politik lokal di Pangandaran. Sebab masyarakat kini tidak lagi menilai pemimpin dari pernyataan semata, tetapi dari keberanian menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri.

Kini publik menanti, apakah larangan kader mengelola MBG benar-benar ditegakkan, atau hanya menjadi narasi politik yang berhenti di ruang konferensi pers. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harapan Mendapat Pekerjaan Berubah Jadi Mimpi Buruk, Korban Ungkap Dugaan Pelecehan di SPPG Sidoarjo

3 Juni 2026 - 03:38 WIB

Diduga Rekam Mahasiswa di Toilet Kampus, UWK Surabaya Tuai Kecaman!

1 Juni 2026 - 17:25 WIB

Sabung Ayam Klurak Jadi Perbincangan, Dugaan Perlindungan dan Kebal Hukum Mengemuka

1 Juni 2026 - 05:16 WIB

Pondok Pesantren di Pekalongan Diguncang Skandal Asusila, Pengasuh Ditangkap Polisi

28 Mei 2026 - 14:20 WIB

PWI dan SMSI Banten Sembelih Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial Insan Pers

28 Mei 2026 - 14:04 WIB

Trending di Berita