PASURUAN, WARTASURYA.COM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Kemiri, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, kembali menuai sorotan. Warga mempertanyakan kebersihan dapur hingga kualitas makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat, Rabu (19/8/2026).
Keluhan tersebut diperkuat foto dan video yang diterima redaksi. Dalam dokumentasi itu, kondisi dapur terlihat kurang bersih. Warga juga mengaku menemukan sayuran yang diduga terdapat belatung kecil atau serangga sejenis.
“Di sayurnya ada belatung kecil. Dapurnya juga kotor, tidak standar, tidak higienis dan kumuh,” ujar seorang warga.
Tak hanya itu, sejumlah penerima manfaat dikabarkan mengeluhkan makanan yang berbau dan diduga basi. Keluhan juga disebut berasal dari berbagai kelompok penerima, mulai PAUD, TK, SD, SMA hingga ibu hamil dan lansia.
Warga turut mempertanyakan kondisi buah serta ukuran lauk ikan yang dinilai kurang layak. Mereka mendesak pihak berwenang tidak hanya menerima laporan, tetapi turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap dapur dan makanan yang diproduksi.
Sementara itu, pihak internal pengelola MBG membantah adanya unsur kesengajaan. Menurutnya, kondisi dapur dipengaruhi aktivitas memasak serta lantai yang mengalami kerusakan sehingga pasir keluar dan membuat area terlihat kotor.
“Memang rusak lantainya. Dari internal belum diperbaiki. Kalau mau dibenahi, menunggu Sabtu dan Minggu karena dua hari ini libur,” jelasnya.
Pihak internal mengklaim dapur telah beroperasi sekitar tujuh bulan dan menyebut belum menerima komplain terkait menu. Namun, temuan warga tersebut tetap akan dijadikan bahan evaluasi.
Ia juga menyebut sekitar 46 karyawan bekerja di dapur tersebut dan mayoritas merupakan warga sekitar.
Terpisah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sebelumnya menegaskan standar keamanan pangan tidak boleh diabaikan dalam pelaksanaan MBG.
“Jangan nyawa orang jadi permainan,” tegas Sudaryono.
Kini, persoalan di Wonokoyo menjadi ujian bagi pengawasan program MBG. Jika benar ditemukan makanan tidak layak atau kondisi dapur tidak memenuhi standar, pihak berwenang harus segera bertindak, bukan sekadar menunggu keluhan berikutnya.
Bersambung (Tim Redaksi)














Komentar ditutup.