WARTASURYA.com, Sejumlah pekerja proyek pengembangan PT Shou Fong Lastindo di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, diduga mendapat teror lemparan batu saat bekerja hingga malam hari, Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Aksi tersebut membuat para pekerja panik dan menghentikan aktivitas sementara. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian itu.
Salah satu pekerja yang enggan disebut namanya mengatakan, lemparan batu datang dari luar area proyek saat pekerjaan masih berlangsung. “Kami kaget dan langsung menghindar. Pekerjaan sempat dihentikan,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum proyek berjalan, perusahaan bersama Pemerintah Desa Prayungan sempat berkomitmen melibatkan warga lokal dalam pembangunan. Namun, hingga proyek berlangsung, warga diduga tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja.
Kepala Desa Prayungan, Lely Yusliani, mengaku tidak mengetahui adanya aksi teror tersebut. Namun ia membenarkan adanya komitmen awal antara perusahaan dan pemerintah desa terkait pelibatan warga setempat.
“Kami sudah menyarankan agar warga lokal dilibatkan dalam pekerjaan proyek, tetapi sampai sekarang tidak ada warga yang dilibatkan,” ujarnya.
Selain itu, perusahaan juga disebut pernah berkomitmen membangun saluran air di luar area pabrik untuk mengatasi banjir saat hujan, namun hingga kini belum terealisasi.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak HRD PT Shou Fong Lastindo belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. (um/tim)










