Menu

Mode Gelap
Evaluasi Kinerja Birokrasi, Dua Kepala OPD di Pidie Dibebastugaskan Sementara Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri dan Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Bogor Muhammad Qodari Sebut Koperasi Merah Putih Bisa Ringankan Beban Belanja 74 Juta Keluarga Indonesia Diduga Batasi Akses Pers, Polrestabes Surabaya Diminta Junjung Keterbukaan Informasi Publik Tiga Anak Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Majelis Zikir Surabaya, Polisi Lakukan Penyelidikan BEM UI Gugat Kebijakan Pemerintah, Lima Tuntutan Disuarakan dalam Aksi Besar Mahasiswa

Berita

Tambang Diduga Ilegal Makan Jalan Dusun, Warga Grogol Murka!

badge-check


					Tambang Diduga Ilegal Makan Jalan Dusun, Warga Grogol Murka! Perbesar

WARTASURYA.COM, Aktivitas tambang manual yang diduga ilegal di Dusun Grogol, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, akhirnya memicu petaka.

Jalan dusun yang selama ini menjadi akses utama warga menuju area perkebunan longsor parah pada Rabu (13/5/2026).

Longsoran sepanjang sekitar 6 meter dengan lebar kurang lebih 2,5 meter itu membuat badan jalan nyaris amblas. Kondisi paling mengkhawatirkan terlihat di sisi selatan jalan yang kini menganga dengan kedalaman mencapai sekitar 10 meter.

Warga geram! Mereka menilai longsor tersebut bukan sekadar bencana alam, melainkan buah dari aktivitas tambang yang diduga nekat dilakukan tanpa mempedulikan keselamatan masyarakat.

Ironisnya, aktivitas tambang yang disebut-sebut dikelola warga berinisial S itu dikabarkan sudah lama menuai protes. Namun berbagai peringatan dari warga hingga aparat desa diduga hanya dianggap angin lalu.

“Sudah berkali-kali diingatkan. Jalan makin tergerus tiap hari, tapi tetap saja nambang. Sekarang lihat sendiri hasilnya, jalan hampir putus. Apa harus tunggu ada korban jiwa dulu baru berhenti?” sembur salah satu warga berinisial D dengan nada geram.

Kemarahan warga kian memuncak lantaran akses menuju kebun kini sangat membahayakan. Pengendara roda dua maupun pejalan kaki terancam terperosok jika melintas tanpa hati-hati.

banner 500x300

“Ini bukan salah alam semata. Tanah di bawah jalan terus dikeruk. Warga sudah resah lama. Jangan sampai setelah rusak begini baru pura-pura kaget,” celetuk warga lainnya.

Tak hanya warga, pemerintah desa disebut juga sempat memberikan teguran terkait aktivitas penggalian di sekitar lokasi. Namun tambang diduga tetap beroperasi hingga akhirnya jalan dusun mengalami longsor.

Kini warga Dusun Grogol kompak mendesak aparat penegak hukum turun tangan. Mereka meminta dugaan tambang ilegal tersebut diusut tuntas karena dinilai telah merusak fasilitas umum dan mengancam keselamatan masyarakat.

“Kalau memang ilegal, jangan dibiarkan. Ini jalan warga, bukan tumbal kepentingan pribadi. Aparat harus berani bertindak,” tegas seorang tokoh warga.

Warga juga mendesak pemerintah segera melakukan penanganan darurat agar akses dusun tidak benar-benar terputus. Mereka khawatir longsor susulan terjadi sewaktu-waktu, terlebih jika hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut. (Red)

Baca Lainnya

Evaluasi Kinerja Birokrasi, Dua Kepala OPD di Pidie Dibebastugaskan Sementara

15 Juni 2026 - 16:34 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri dan Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Bogor

15 Juni 2026 - 00:35 WIB

Muhammad Qodari Sebut Koperasi Merah Putih Bisa Ringankan Beban Belanja 74 Juta Keluarga Indonesia

14 Juni 2026 - 17:17 WIB

Diduga Batasi Akses Pers, Polrestabes Surabaya Diminta Junjung Keterbukaan Informasi Publik

13 Juni 2026 - 01:17 WIB

Tiga Anak Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Majelis Zikir Surabaya, Polisi Lakukan Penyelidikan

13 Juni 2026 - 01:09 WIB

Trending di Berita