WARTASURYA.COM, Ketua Harian LPK MADAS Sedarah, H. Nurul Huda, mendesak Satreskrim Polresta Sidoarjo segera menangkap para pelaku dugaan pengeroyokan yang terjadi di kawasan Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
“Kasus ini harus segera ditindaklanjuti. Jika para pelaku tidak segera ditangkap, dikhawatirkan akan muncul korban lainnya. Masyarakat tentu ingin merasa aman dan nyaman saat beraktivitas,” ujar H. Nurul Huda kepada awak media, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, peristiwa tersebut sangat meresahkan masyarakat dan diduga berkaitan dengan aksi premanisme jalanan yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia menegaskan, aparat penegak hukum harus bertindak cepat, tegas, dan profesional dalam menangani perkara tersebut.
“Penegakan hukum tidak boleh kalah oleh tindakan kekerasan maupun aksi premanisme yang mengganggu ketertiban masyarakat,” tegasnya.
H. Nurul Huda mengungkapkan, laporan terkait insiden itu telah disampaikan ke Polda Jawa Timur beberapa jam setelah kejadian. Selanjutnya, penanganan perkara dilimpahkan ke Polresta Sidoarjo untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Ia juga mengaku turut mendampingi korban sejak proses pelaporan awal. Dirinya merasa prihatin atas kejadian yang dialami korban, terlebih korban disebut sedang dalam perjalanan untuk menjemput jenazah anggota keluarganya dari Malaysia.
Berdasarkan informasi yang diterima, korban diduga dihentikan oleh sekelompok orang di tengah perjalanan. Korban kemudian mengalami intimidasi, dugaan pemerasan, hingga pengeroyokan. Bahkan, korban disebut dipaksa menyerahkan uang sebesar Rp3 juta kepada para pelaku.

“Korban sedang dalam kondisi berduka. Namun di perjalanan justru mengalami intimidasi, pemerasan, dan kekerasan fisik. Tindakan seperti ini sangat disayangkan dan tidak dapat dibenarkan,” ungkapnya.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap Kapolresta Sidoarjo memberikan perhatian serius agar proses hukum berjalan cepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain meminta pengusutan tuntas terhadap kasus tersebut, masyarakat juga mendesak aparat kepolisian menindak tegas segala bentuk aksi premanisme yang dinilai mengganggu rasa aman masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo dan Jawa Timur. (Red)










