WARTASURYA.COM, Dugaan skandal yang menyeret nama Aipda Rosy Satria Martana, anggota Satresnarkoba Polres Pasuruan, kini memasuki babak baru.
Tak lagi hanya menjadi sorotan publik, oknum bintara tersebut kini harus menghadapi pemeriksaan Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) Polres Pasuruan setelah dilaporkan atas dugaan keterlibatan dalam tindakan aborsi terhadap perempuan yang dikabarkan sebagai istri sirinya.
Informasi yang dihimpun Wartasurya.com menyebutkan, dugaan tersebut bukan hanya terjadi sekali. Rosy bahkan dikabarkan sempat meminta perempuan tersebut mengonsumsi obat agar kandungannya gugur.
Rosy diduga menjalin hubungan khusus dengan seorang perempuan berinisial DBR, warga Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya.
Hubungan itu berujung pada dugaan pelanggaran hukum setelah DBR sempat mengandung pada pertengahan tahun lalu. Kandungan tersebut diduga digugurkan di sebuah rumah sakit dengan memanipulasi status pernikahan.
Seorang sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut, dugaan aborsi itu diduga telah terjadi sebanyak dua kali. Hubungan keduanya kemudian retak hingga berujung pada pelaporan resmi ke kepolisian yang dibuktikan dengan diterbitkannya Tanda Bukti Laporan (TBL).
Menanggapi laporan tersebut, Kasi Humas Polres Pasuruan, IPDA Joko, membenarkan bahwa Propam telah menerima laporan dari pihak pelapor dan saat ini tengah melakukan pemeriksaan.

“Iya benar, dari Propam sudah menerima laporan dari pelapor. Saat ini Propam sudah melaksanakan pemeriksaan, baik terhadap terlapor Aipda Rosy, maupun dalam rangka mencari keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti,” ujar IPDA Joko saat dikonfirmasi media, Kamis (18/6/2026).
Pihak kepolisian menyatakan proses pemeriksaan masih berlangsung untuk menguji seluruh alat bukti dan keterangan yang telah diperoleh.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kasatresnarkoba Polres Pasuruan, AKP Ali Sodikin, belum memberikan keterangan meski telah diupayakan konfirmasi terkait status kedinasan maupun langkah yang akan diambil terhadap anggotanya.
Diberitakan sebelumnya, Aipda Rosy Satria Martana telah berulangkali dikonfirmasi Wartasurya.com terkait dugaan perselingkuhannya dengan DBR. Namun, ia tidak memberikan klarifikasi substantif dan hanya terkesan pemberitaan ini hoaks.
Sejumlah narasumber juga menegaskan, Rosy sebagai sosok tertutup, berwatak keras, dan dinilai kurang menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk media. Bahkan, beberapa sumber menyebut ia diduga kerap bergerak sendiri saat melakukan penindakan di lapangan.
“Informasi yang kami dengar, dia sering menyelesaikan persoalan di lapangan tanpa dibawa ke Polres,” ujar narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Bersambung (Syh)











