WARTASURYA.COM, Aipda Rosy Satria Martana, anggota Satresnarkoba Polres Pasuruan, kembali menjadi sorotan. Meski telah dua kali dikonfirmasi terkait dugaan perselingkuhannya dengan seorang perempuan asal Surabaya berinisial DBR, hingga kini yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi substantif dan tetap menganggap pemberitaan ini hoaks.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Wartasurya.com dari sejumlah narasumber, Rosy disebut memiliki karakter yang berbeda dibandingkan anggota Satresnarkoba lainnya. Ia juga dikenal tertutup, berwatak keras, dan dinilai kurang menjalin komunikasi dengan kalangan media.
“Memang dikenal kaku, berbeda dengan anggota Satresnarkoba lainnya. Dia juga tidak dikenal dekat dengan media maupun sejumlah pihak,” ujar seorang warga Kecamatan Wonorejo. Kamis (18/06).
Selain itu, beberapa narasumber juga menyampaikan berbagai penilaian terhadap cara Rosy menjalankan tugasnya sebagai anggota kepolisian. Mereka menduga yang bersangkutan kerap bekerja sendiri saat melakukan penindakan di lapangan tanpa melibatkan rekan sesama anggota.
“Nama Rosy lebih sering menjadi pembicaraan karena hal-hal negatif. Informasi yang kami dengar, dia sering bergerak sendiri dan diduga menyelesaikan persoalan di lapangan tanpa dibawa ke Polres,” ujar seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sebelumnya, Wartasurya.com telah memberitakan dugaan perselingkuhan dan penelantaran yang menyeret nama Aipda Rosy. Berdasarkan keterangan salah satu saksi, Rosy diduga menjalin hubungan dengan seorang perempuan asal Surabaya berinisial DBR sejak tahun 2023.
Menurut sumber tersebut, hubungan keduanya bahkan diduga telah diikat melalui pernikahan siri yang berlangsung di sebuah hotel di kawasan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Setelah itu, keduanya hidup bersama layaknya pasangan suami istri (sah).

Di sisi lain, Rosy diketahui telah memiliki istri yang sah. Meski demikian, ia diduga tetap menjalin hubungan dengan DBR hingga memicu berbagai persoalan dalam hubungan tersebut.
Bersambung (syh)











